Skip to main content

Cara Mengobati Timbilen dalam Semalam

Penyebab mata timbilan bukanlah karena seseorang itu mengintip atau mengintai, memang lucu jika mereka beranggapan bahwa semua itu karena mengintip. Sebenarnya mata timbilan atau bintitan adalah kondisi di mana terjadinya infeksi atau peradangan di bagian kelopak mata.

Mereka yang terkena timbilan biasanya untuk cara mengobati timbilen di mata adalah dengan salep, bahkan ada yang dibiarkan begitu saja karena nantinya juga akan kempis sendiri. Timbilan akan sangat mengganggu jika berukuran sedikit besar.

Mata timbilen dapat dibedakan menjadi 3 macam dan apabila seseorang pernah terkena timbilan maka risiko terkena timbilan akan lebih besar lagi. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui apa penyebab mata timbilen dan bagaimana cara menyembuhkan mata timbilan.

3 Macam Jenis Mata Timbilan, Penyebab Mata Timbilan, dan Cara Menghilangkan Timbilan Di Mata Secara Tradisional

3 Jenis Mata Timbilan

Timbilan dibedakan menjadi 3 yaitu hordeolum eksternum atau terjadinya bintitan di luar kelopak mata atau lebih tepatnya di sekitar bulu mata. Hal ini terjadi karena bakteri menginfeksi kelenjar zeiss dan kelenjar moll yang terletak dekat dengan pangkal bulu mata, yang mana bakteri menempel pada bulu mata dan masuk lewat pori-pori. Kemudian ada hordeolum internum yaitu timbilan di bagian dalam kelopak mata, karena kelenjar lemak di area kelopak mata terinfeksi oleh bakteri.

cara mengobati timbilen

Yang terakhir adalah herdeolum kalzion yaitu bintitan atau timbilan yang masih besar meskipun sudah tidak aktif lagi setelah beberapa minggu dari awal Anda terkena bintitan atau timbilan. Penyebabnya diperkirakan karena adanya penyumbatan serta menimbulkan reaksi jaringan sekitar terhadap bahan-bahan yang tertahan akibat gangguan pada sekresi kelenjar meibom.

Simak juga artikel cara menghilangkan double chin dengan cara alami dan mudah

Penyebab Mata Timbilan

Penyebab pasti dari timbilan adalah karena adanya infeksi akibat penyumbatan di salah satu kelenjar kecil yang bekerja untuk memproduksi air mata. Selain itu penyebab bintitan pada sebagian orang juga disebabkan oleh alergi karena terlalu sering mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak protein atau sumber protein. Penyebab seseorang terkena timbilan adalah karena adanya sensitivitas di hormonal, seperti ketika mereka sedang melakukan suntik hormon.

Apabila Anda termasuk orang yang sering bintitan maka lebih baik untuk tidak menggosok mata dengan tangan kotor, sering membersihkan mata, melindungi mata dari debu, dan lain sebagainya agar mata selalu bersih.

Cara Menghilangkan Timbilan Di Mata Secara Tradisional

Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan timbilan. Adapun cara menghilangkan timbil di mata secara tradisional adalah dengan cara mengompres mata menggunakan air hangat yang akan membantu penyembuhan gejala atau untuk mengurangi dampak yang lebih parah lagi.

Kompres selama kurang lebih 15 menit dan lakukan sebanyak 4 kali dalam sehari. Anda juga dapat menggunakan obat antibiotik secara oral yang mana untuk menghindari infeksi yang berlanjut.

Cara berikutnya adalah dengan ramuan bawang putih yaitu kupas bawang putih, cuci da potong bagian ujungnya. Oleskan ujung bawang putih pada mata yang terkena timbil namun jangan sampi terkena mata. Selanjutnya adalah dengan menggunakan ramuan daun sirih yaitu bagian mata yang terkena timbil dioles menggunakan getah daun sirih.

Selain itu Anda juga dapat merebus daun sirih dan air rebusan itu digunakan untuk mengompres timbil pada mata. Ramuan kunyit juga dapat dijadikan untuk mengobati mata timbilan yaitu parut kunyit dan oleskan pada kelopak mata yang ada timbilnya. Lakukan hal ini secara rutin agar peradangan mereda.

Itulah di atas mengenai 3 macam jenis bintitan, penyebabnya, serta cara untuk mengobati mata timbilan secara alami yang dapat Anda ikuti. Yang perlu Anda perhatikan adalah selalu jaga kebersihan mata agar terhindar dari infeksi bakteri yang masuk.

Writen by

user

Writen By user

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *